Berikut perjalanan karir dan prestasi Frans Lebu Raya Untuk Masyarakat NTT

 


Frans Lebu Raya lahir di Pulau Adonara, 18 Mei 1960. Pria berusia 56 tahun ini adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur yang terpilih sejak 2008. Menggantikan Gubernur Nusa Tenggara Timur sebelumnya, Piet Tallo, Frans dipercaya menduduki jabatan selama dua periode, yakni 2008 – 2013 dan 2013 – 2018. Sebelumnya, dia merupakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2003 hingga 2008.

Frans mulanya dikenal sebagai pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat. Akan tetapi, ketika terjadi perubahan politik di negeri ini saat reformasi tahun 1998, Frans mulai tampil ke panggung politik. Bersamaan dengan menguatnya sosok Megawati di tingkat pusat, di NTT Frans dengan beberapa kawannya mulai bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).




Frans di berbagai kesempatan mengatakan, karier politik yang sekarang diraihnya merupakan hasil investasi dari segudang pengalaman pahit. Latar belakangnya sebagai anak petani di kampung, kata Frans, telah turut mewarnai sepak terjangnya baik sebagai politisi maupun sebagai pejabat publik. Itu membuat karakternya dekat dengan orang kecil dan sederhana.

Dengan spirit pro rakyat itulah Frans menetaskan program yang diberi nama Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera (Anggur Merah). Program Desa Mandiri Anggur Merah diluncurkan Frans Lebu Raya pada HUT ke-53 NTT pada 20 Desember 2010. Tujuannya membantu rakyat dengan memperkuat kesejahteraan keluarga dari sisi ekonomi.

Pada 2015, Pemprov NTT telah menetapkan 589 desa yang tersebar di 21 kabupaten/kota menerima dana Anggur Merah. Dengan tambahan tersebut berarti hingga saat ini ada 2.069 dari 3.270 desa di NTT yang mendapat dana tersebut. Program Anggur Merah telah berhasil membangun ekonomi masyarakat NTT dari desa. Frans menyatakan, dana tersebut telah terbukti dapat mengubah pola kehidupan masyarakat NTT melalui peningkatan pendapatan ekonomi keluarga.


Di akhir 2015 lalu, Frans sempat mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama atas dedikasinya melestarikan kerukunan umat beragama. Pada malam Anugerah Kerukunan Umat Beragama 2015 itu, Frans dinobatkan sebagai gubernur pertama yang memperoleh prestasi tersebut. Usai menerima pengharagaan, Frans Lebu Raya menuturkan, di tengah krisis yang melanda hubungan antarumat beragama baik di Indonesia maupun di dunia, NTT memberi dan membuka sebuah harapan baru.

Sebelumnya, pada Agustus 2015 Frans mendapatkan tanda kehormatan berupa Bintang Tanda Jasa Utama di bidang koperasi dari Presiden Jokowi yang diterimanya di Istana Negara. Akan tetapi, penghargaan tersebut dipertanyakan oleh sejumlah pihak sebab dinilai keliru. Penilaian untuk memberikan penghargaan kepada Frans harus dilihat dari berbagai aspek. Sebab, berbagai program unggulan pemerintah Provinsi NTT justru tidak menjawab persoalan di masyarakat, seperti kelaparan, gizi buruk, kekeringan dan infrastruktur.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama