Mahalnya keadilan di NTT.
Sampai harus ke ibu kota mencarinya ?Buntut dari ketidakpuasan keluarga korban dan Kuasa Hukum, terhadap penanganan kasus penkase oleh polda NTT, dengan berbagai kejanggalannya. Dalam ketidakberdayaan keluarga mendatangi Mabes Polri di Ibukota jakarta, dengan tujuan untuk mengetuk hati Bapak Kapolri, demi keadilan bagi Astri dan lael.
Bagaimana tidak dari sejumlah kejanggalan yang telah disampaikan oleh kuasa hukum keluarga, seperti di abaikan dan tidak ada tindak lanjut yang berarti dalam penanganan perkara ini.
Bahkan perintah kapolri dalam rapat dengan Komisi 3, yang meminta Kapolda untuk melaporkan ke publik, supaya semuanya transparan saja di abaikan, yang sampai sekarang publik masih masih menunggu transparannya perkara ini.
Bahkan perintah kapolri dalam rapat dengan Komisi 3, yang meminta Kapolda untuk melaporkan ke publik, supaya semuanya transparan saja di abaikan, yang sampai sekarang publik masih masih menunggu transparannya perkara ini.
Hadirnya keluarga korban di mabes Polri, seolah memberikan sinyal bahwa menurunnya kepercayaan keluarga terhadap Polda NTT, khususnya untuk para penyidik yang menangani perkara ini, Sehingga keluarga mencarinya sampai ke Mabes Polri.
Hal ini juga menjadikan publik kian skeptis dan galau terhadap masa depan keadilan di NTT.
Hal ini juga menjadikan publik kian skeptis dan galau terhadap masa depan keadilan di NTT.
Beruntung, upaya yang dilakukan oleh keluarga, diterima oleh Mabes Polri yang berjanji untuk melakukan gelar perkara, Seolah ada secerca harapan untuk memberi ketenangan bagi jiwa yang merindu keadilan.